Kamis, 28 Januari 2010 Perbedaan Bunga dan Bagi Hasil (Profit Sharing)

sore hari adalah waktu yang biasa saya gunakan untuk jalan-jalan dan sambil jajan-jajan gitu deh. pada suatu sore saya memutuskan untuk membeli martabak manis/coklat. kebetulan penjual martabaknya ramah, so sambil berbincang-bincang ia pun membuatkan dua porsi martabak yang saya pesan. perbincangan pun mengarah ke pertanyaan "kuliahnya jurusan apa?" ya saya sebagai mahasiswa perbankan syariah ya jawabnya di perbankan syariah UIN Jakarta. kemudian tukang martabak itu kembali bertanya "emang ada bank yang gak pake bunga?" ya saya jawab "di bank syariah itu bukan sistem bunga tapi sistem bagi hasil/profit sharing, sekilas emang sama tapi sebenernya beda" kemudian tukang martabak itu kembali bertanya "emang apa bedanya bagi hasil sama bunga? kan dari selisihnya juga kaaaann?" mendapat pertanyaan itu saya pun bingung dan hanya bisa menjawab "wah, mas. agak susah tuh ngejelasinnya yang simpel pokoknya sekilas emang tapi sama tapi dari prosesnya udah beda jauh mas" saya pun sebenarnya mengerti cuma kesulitan memberikan penjelasan yang singkat agar bisa dimengerti oleh orang atau masyarakat "awam". kemudian tukang martabak itu pun`iya-iya saja` walaupun masih terlihat bingung.

hmmm... pengalaman tadi mungkin cuma sedikit dari banyak pengalaman yang berisi pertanyaan masyarakat umum tentang perbedaan bunga dan profit-sharing. saya sendiri pun masih bingung untuk memberikan penjelasan yang simpel..

mungkin bila di beda-bedakan akan terbentuk tabel seperti ini ya...





Dari buku Syafi`i Antonio, Bank Syariah dari teori ke praktik. Tazkia cendekia, jakarta

mungkin mudahnya begini, diasumsikan apabila pemerintah dalam satu negara mencetak uang 1.000.00 lalu sistem yang digunakan dalam transaksi ekonomi sehari-hari dalam peminjaman uang adalah sistem bunga dengan rate 15%, kemudian uang yang dipinjamkan sebesar 900.000 maka bunga 15 % dari 900.000 adalah sebesar 135.000. maka total uang seharusnya ada 1.135.000 dari penjumlahan 900.000+135.000+100.000, maka bagaimana mungkin bunga 15% itu bisa terbayar walaupun pihak peminjam bekerja sekeras mungkin, karena ketersediaan uang memang lebih kecil dari total utang. Jelas sekali bahwa bunga berdampak negatif pada perekonomian... biar lebih seru baca aja di Satanic Finance pak Riawan Amin...

nih cover kedua buku tersebut





Digg it StumbleUpon del.icio.us

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2010 Sharing and Backup
Carbon 12 Blogger template by Blogger Bits. Supported by Bloggermint