A.Latar Belakang
Menarik untuk diketahui seberapa besar pengaruh kurikulum perbankan syariah kepada mahasiswa perbankan syariah, apakah mereka akan membuka rekening di bank syariah atau sebagaimana orang pada umumnya masih menabung di bank konvensional. Maka seberapa besar pengaruh kurikulum perbankan syariah menarik untuk diketahui.
Mahasiswa perbankan syariah yang notabene mempelajari seluk-beluk tentang perbankan syariah sudah selayaknya menjatuhkan pilihan menjadi nasabah di bank syariah. Awareness mahasiswa perbankan syariah untuk menjadi nasabah di perbankan syariah perlu diketahui secara gamblang. Hal ini berguna untuk mengetahui sejauh mana mata kuliah yang mereka terima selama masa perkuliahan mempengaruhi mineset dalam memilih antara menjadi nasabah bank konvensional seperti orang pada umunya atau menjadi nasabah bank syariah.
Selain itu, market share bank syariah akan semakin meningkat. Dengan ini, akan mendeskripsikan bahwa nilai trust bank syriah di mata mahasiswa khususnya dan umumnya di masyarakat akan semakin baik. Dan jika nilai trust masyarakat terhadap bank syariah semakin baik, sistem ekonomi islam yang berlandaskan pada keadilan berpeluang besar untuk segera terealisir.
B.Permasalahan
Hingga saat ini, masih sering dijumpai mahasiswa perbankan syariah yang menabung di bank konvensional walaupun tentunya ada sebagian dari mereka yang secara sadar telah menjadi nasabah di bank syariah. Lalu seberapa besar pengaruh kurikulum perbankan syariah terhadap minat mahasiswa perbankan untuk membuka rekening syariah perlu di kaji dengan melakukan studi pada mahasiswa perbankan syariah khsusnya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang seseuai juga dengan jurusan yang saya ambil.
C.Metode Penelitian
Dalam studi ini saya hanya mengobservasi satu kasus yaitu kesadaran mahasiswa perbankan untuk menjadi nasabah di bank syariah karena kasus ini selain memudahkan saya dalam observasinya karena objek observasinya berada di sekitar saya, juga berguna untuk mengetahui sejauh mana kesadaran mahasiswa yang mendalami ilmu perbankan syariah untuk menjadi nasabah bank syariah, dalam hal ini mungkin juga diketahui sejauh mana mata kuliah yang mereka pelajari mempengaruhi pola pikir mereka dalam penentuan keputusan. Saya memilih objek observasi pada studi ini yaitu semua teman saya yang menjadi mahasiswa perbankan syariah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang dalam hal ini berpengetahuan yang cukup kompeten dalam bidang Ekonomi Islam dan juga mereka memiliki antusiasme yang cukup tinggi terhadap isu-isu seputar perbankan syariah di Indonesia.
Pedoman observasi yang digunakan dibuat berdasarkan kebutuhan dan tidak berpatok pada suatu teori tertentu. Obervasi pun dilakasanakan setiap hari masuk kuliah ketika objek observasi sedang berkumpul di kampus. Adapun observasi yang saya lakukan adalah observasi tak berstruktur karena peneliti melakukan observasi partisipan yang ikut terjun bersama objek observasi pencatatn dilakukan setelah peneliti tidak lagi dalam satu forum atau satu tempat dengan objek observasi agar tidak berpengaruh terhadap tingkah laku objek observasi.
Keadaan tempat sekitar lokasi observasi pun cukup kondusif untuk dilakukan kegiatan akademis seperti observasi. Udara yang sejuk akan memungkinkan para objek observasi untuk bertingkah laku sebagaimana biasa secara netral tanpa ada suatu pengaruh apapun yang mungkin bisa menghilangkan kemurnian dari tingkah laku objek observasi.
Mengenai perizinan observasi ini, peneliti tidak meminta izin secara khusu karena observasi ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena observasi ini adalah observasi partisipan diaman penulis juga menjadi bagian dari objek observasi dan demi menjaga kemurnian tingkah laku yang berkaitan dengan tema yang dioservasi, maka peneliti pun melakukan peneilitian ini dengan sembunyi-sembunyi tanpa ada pemberitahuan apalagi perizinan.
D.Deskripsi Proses dan Hasil Observasi
Suasana pada saat observasi ini berlangsung cukup kondusif dimana observasi ini dilakukan di beberapa tempat seperti di perpustakaan, rumah makan, hingga di masjid dimana objek observasi sedang mendiskusikan antusiasme mereka terhadap bank syariah dan produk-produknya yang berkaitan dengan tema observasi dari peneliti. Semua berjalan seperti biasa sehingga para objek observasi pun bertingkah laku secara netral tanpa ada suatu hal apapun yang terkesan dibuat-buat. Ketika di perpustakaan, peneliti mengamati dan menyimak beberapa teman peneliti yang sedang membuat makalah tentang produk perbankan syariah yang pada akhirnya mereka membahas tentang minat mereka pada bank syariah. Saat di rumah makan peneliti yang juga ikut makan bersama objek peneliti yang biasanya sambil berbincang-bincang ringan memulai topik pembicaraan dengan terlebih dahulu menanyakan kepada mereka seberapa besar respek mereka terhadap bank syariah saat ini. Dan ketika di masjid sambil bersantai dan tidur-tiduran istirahat melepas lelah, peneliti pun juga memulai perbincangan dengan topik seperti yang peneliti lakukan di rumah makan.
Data observasi diolah dari catatan-catatan ringan yang peneliti catat dalam catatan saku yang dicatat tak lama setelah observasi dilakukan dalam bentuk point-point yang peneliti anggap penting. Kemudian data tersebut diolah oleh peneliti setelah diurai terlebih dahulu sehingga menjadi bentuk teks yang mungkin bisa mendeskripsikan hasil observasi yang peneliti lakukan. Pada observasi ini peneliti mendapatkan data yang telah diringkas sebagai berikut:
1.pada mahasiswa perbankan syariah yang telah mencapai semeter diatas semester 3, minat menabung di bank syariah sudah semakin tinggi. Karena mereka sudah mendapatkan mata kuliah yang lebih spesifik tentang bank syariah yang memacu inisiatif mereka menjadi nasabah bank syariah.
2.pada mahasiswa perbankan syariah dibawah semester 3, minat menabung di bank syariah masih minim. Karena mereka belum mendapatkan mata kuliah yang cukup spesifik tentang bank syariah. Bahkan pada salah satu objek observasi yang masih semester 1 masih ada yang berpikiran bahwa menabung di bank konvensional lebih enak dan aman juga belum mengerti bahwa bunga itu haram. Hal ini tentu menjadi sebuah ironi ketika seorang yang mendalam ilmu ekonomi islam ternyata masih belum mengerti tentang permasalahan yang cukup sering di bahas pada ilmu ekonomi islam.
Data observasi yang telah peneliti dapatkan agaknya telah sedikit menjawab tentang permasalahn yang peneliti ulas. Setidaknya peneliti sudah mendapatkan gambaran secara umum tentang minat mahasiswa perbankan syariah untuk menjadi nasabah bank syariah.
Kesulitan dalam obseravsi ini peneliti dapatkan ketika peneliti mencatatkan data yang peneliti lakukan seusai observasi, hal ini memungkinkan ada data yang terlupa dan terlweatkan untuk dicatat. Adapun kemudahannya peneliti tidak kesulitan dalam mendapatkan objek observasi dimana penulis juga menjadi bagian dari objek observasi yaitu mahasiswa perbankan syariah. Metode observasi terutama obsrvasi partisipant baik untuk mendapatkan data yang lebih netral atau lebih murni karena peneliti melakukan pengamatan tanpa diketahui oleh objek observasi sehingga data yang didapatkan lebih objektif atau murni tidak terkesan dibuat-buat.
Selasa, 19 Januari 2010 KESADARAN MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH UNTUK MENJADI NASABAH BANK SYARIAH (tugas observasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
good job good job
Posting Komentar